Selasa, 17 Maret 2015

DPP Partai Perindo Puji Model Seleksi Calon Ketua di Sumut

DPP Partai Perindo Puji Model Seleksi Calon Ketua di Sumut



Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Perhimpunan Indonesia (Perindo) mengapresiasi dan memuji cara memilih (menyeleksi) calon pimpinan (capim) ketua kabupaten/kota melalui fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang diterapkan DPW Perindo Sumut.

Pujian tersebut dilontarkan Ketua Bidang Bidang Organisasi DPP Perindo Syafril Nasution dan Ketua DPP Perindo Bidang Kaderisasi, Anggota dan Saksi Armyn Gultom dalam pertemuan koordinasi dengan DPW Sumut yang digelar Sabtu (14/3) di Medan.

Pertemuan itu dihadiri Ketua DPW Perindo Sumut Rudi Zulham Hasibuan, Sekretaris Binsar Simatupang bersama fungsionaris Perindo Sumut dan Medan di antaranya Donna Siagian, Sofyan Nasution, Ody Kusriadi, Arif dan lainnya.

Ketua DPW Perindo Sumut Rudi Zulham seusai pertemuan koordinasi tersebut kepada MedanBisnis menjelaskan, pihak DPP Perindo sangat mengapresiasi dan memuji model seleksi calon ketua (calon pimpinan) yang diterapkan oleh DPW Sumut.

Mengutip Syafril Nasution dalam pengarahannya pada pertemuan itu Rudi Zulham memyebutkan, pihak DPP Perindo akan menjadikan model seleksi fit and proper test yang dilakukan  Sumut menyeleksi calon ketua di setiap DPD (kabupaten/kota) akan dijadikan rujukan sekaligus model seleksi di daerah lainnya.

Pertemuan koordinasi itu, kata Rudi Zulham mengutip Syafril Nasution dan Armin Gultom merupakan agenda DPP Perindo untuk memantau langsung kegiatan DPW untuk memastikan bahwa roda organisasi sudah berjalan.

Rudi menegaskan, uji kelayakan dan kepatutan yang diterapkan pihaknya untuk memastikan calon ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) setiap kabupaten/kota di Sumut sudah teruji mutu sumber daya manusia (SDM) dan memiliki kapasitas serta kompetensi memimpin Perindo di daerah terkait.

"Dalam uji kelayakan itu kami tetapkan 21 kriteria yang masing-masing memiliki bobot berbeda yang harus dipenuhi setiap calon ketua DPD," kata Rudi didampingi Binsar Simatupang, Donna Siagian, Ody Kusriadi dan fungsionaris lainnya.

57 Lolos Seleksi Administrasi

Pada kesempatan itu Rudi Zulham mengatakan, dari 200 calon yang memasukkan permohonan menjadi calon ketua DPD Perindo kabupaten/kota di Sumut, hanya 57 yang lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti uji kelayakan yang akan dilakukan.

Sekadar mengingatkan, tim penguji calon ketua DPD Perindo kabupaten/kota di Sumut terdiri dari lima orang dari unsur fungsinoaris DPW, akademisi dan praktisi.

Pada rakor itu, Sekwil DPW Perindo Sumut Binsar Simatupang memperkenalkan 17 pengurus DPW Sumut serta progress yang dicapai dan program yang akan dilakukan khususnya seleksi calon-calon ketua dewan pimpinan daerah melalui uji kelayakan yang  digelar tanggal 16, 17, 20 dan 21 Maret 2015.


HT: RI Akan Memiliki Masa Depan yang Luar Biasa

HT: RI Akan Memiliki Masa Depan yang Luar Biasa



Pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo meyakini perekonomian Indonesia 10 hingga 30 tahun mendatang akan berkembang pesat.
Berbicara di hadapan puluhan pimpinan Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia, pria yang disapa HT itu, mengaku jika potensi dan kekayaan Indonesia demikian luar biasa besarnya.
"Saya lihat Indonesia memiliki masa depan yang luar biasa, hampir semua pembangunan berjalan, " ujar HT saat Gala Diner BPD Gathering 2015 MNC Financial Service Pan Pacific Bali Nirwana Resort, Tabanan.
HT sendiri yang merupakan CEO MNC Group, terus berkiprah dengan core bisnis yang dimiliki mulai industri media hingga jasa keuangan. Saat ini, dia mengembangkan bisnis online game di China yang berkembang pesat dengan jumlah pelanggan mencapai 250 juta lebih. Rencananya, setelah jaringan internet di Indonesia bagus maka secara bertahap MNC akan mengembangkan bisnis game online di Tanah Air. Dengan melihat pesatnya pembangunan dewasa ini, HT menegaskan dalam tempo 25 tahun ke depan, ekonomi Indonesia bisa tembus ke dalam 10 besar dunia.
Demikian pula, jika pertumbuhan ekonomi berkisar 1,2 persen saat ini bisa terdongkrak hingga 5 sampai 6 persen. "Dengan jumlah penduduk yang besar akan menjadi ujung tombak dalam menggerakkan ekonomi," jelas dia.

Tim Rescue Perindo & KKAB Bakti Sosial di Daerah Terpencil

Tim Rescue Perindo & KKAB Bakti Sosial di Daerah Terpencil



Komunitas Kami Anak Bangsa (KKAB) dan Tim Rescue Perindo melakukan bakti sosial di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi kemarin.
Mereka melakukan pengobatan gratis 500 orang, untuk penyakit umum, kesehatan gigi, peningkatan gizi ibu hamil dan balita. Selain itu, ada juga pembagian paket sembako dan permainan edukatif terhadap anak guna memberikan hal positif bagi pemikiran para anak.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas dari Perindo untuk saling memberi dan menolong bagi rakyat kecil yang terlihat dilupakan oleh pemerintah agar dapat merasakan kebahagiaan yang dimiliki setiap orang.
Ketua Umum Rescue Perindo, Denny Adin, mengatakan, kegiatan yang dilakukan pihaknya dengan KKAB ini sengaja mengambil lokasi di Kampung Beting, Muara Gembong. Pihaknya melihat daerah itu sangat tertinggal.
"Mereka hidup dalam garis kemiskinan. Hal itu yang membuat kami prihatin dan harus mengunjungi mereka," terang Denny, dalam pelaksanaan Bakti Sosial.
Kata dia, alasan memilih baktia sosial kesehatan karena masyarakat di lokasi sulit mendapatkan pengobatan. Mereka pun hanya bisa pergi ke puskesmas yang jaraknya 10 KM.
Bahkan, ironisnya lokasi yang berdekatan dengan DKI Jakarta sekitar 100 meter ini seakan terlupakan oleh pemerintah. "Tapi karena jarak untuk ke lokasi sulit dijangkau mungkin membuat pemerintah enggan datang," terangnya.
Sementara itu, Ketua KKAB, Tonny Winata, menjelaskan, kesempatan yang diberikan untuk saling membantu masyarakat terpencil ini didorong atas hati nurani para anggota KKAB yang iba terhadap wilayah itu. "Kami merasakan penderitaan mereka. Untuk kesehatan saja sulit mereka raih," ujarnya.
Dalam kerjasama bakti sosial ini pihaknya sedikitnya menerjunkan 400 dokter umum dan 160 dokter gigi untuk memberikan pengobatan gratis kepada masyarakat.
"Para dokter yang dihadirkan dari MRT (Medic Response Team) hingga malam hari rela memberikan 500 pengobatan umum dan 200 pengobatan gigi gratis," terangnya.



Rabu, 11 Maret 2015

HT: Jangan Ada Impor Saat Musim Panen Tiba

HT: Jangan Ada Impor Saat Musim Panen Tiba






Pemerintah diminta harus melindungi petani dari gempuran impor, terutama tidak mengizinkan impor masuk saat panen tiba.

“Jangan ada impor saat panen, sehingga tidak ada dumping harga. Sekarang yang terjadi impor masuk pada saat panen tiba. Ini harus diubah. Ini penting sekali karena tanpa pelindungan, petani merugi,” kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat dialog kebangsaan dengan paguyuban petani tebu Blora, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2015).

Dalam dialog yang berlangsung di DPP Perindo tersebut, para petani mengeluhkan berbagai kesulitan yang mereka hadapi, termasuk ketika gula impor mengguyur pasar saat panen tiba. Akibatnya, harga jual petani jatuh dan mengalami kerugian.

Ketua Paguyuban Petani Pelangi, Kamajaya mengatakan bahwa setiap musim panen tiba para petani bukannya untung, tapi malah merugi.

“Dulu para petani setiap akan panen atau menggiling tebu ada acara syukuran. Sekarang, tiap akan panen petani deg-degan karena ada impor gula masuk," ungkapnya.

Dia menjelaskan, skema yang terjadi, pasar diguyur saat panen tiba. Dengan begitu para pedagang besar bisa memborong dengan harga rendah. Bila saatnya tiba, pedagang  besar akan melepas gula ke pasar dengan harga tinggi.

"Keuntungan terbesar dari guyuran impor adalah pedagang besar bisa membeli dari petani dengan harga rendah," kata dia.

Sebagai gambaran, Kamajaya menuturkan, harga gula impor dari Thailand masuk ke Indonesia sebesar Rp6.000 per kilogram (kg). Gula tersebut beredar di pasar dengan harga Rp7.700-Rp7.800/kg. Padahal, sejak awal tanam untuk menjadi gula biaya yang dikeluarkan sekitar Rp8.000/kg.

“Tahun lalu selama empat bulan petani tidak bisa menjual tebu ke pabrik karena dihantam impor. Pabrik tidak mau ambil karena tidak bisa bersaing dengan harga impor,” kata Kamajaya.

Dia menambahkan, tahun ini, Thailand akan mengimpor sekitar 1,5 juta ton gula ke Indonesia. Bila kebijakan seperti ini dibiarkan, menurutnya, para petani akan mengalami kebangkrutan. 
(Raka Mahesa Wardhana)



Sumber:  ekbis.sindonews.com

HT: Petani Berkembang, RI Bisa Mandiri Pangan

HT: Petani Berkembang, RI Bisa Mandiri Pangan



Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan bahwa bila petani berkembang maka Indonesia bisa mandiri, tak bergantung lagi pada impor dalam hal memenuhi kebutuhan pangan.

Kemandirian pangan tersebut tidak hanya gula, namun termasuk untuk beras, kedelai, dan berbagai bahan pangan.

“Ketergantungan impor pangan yang tinggi berbahaya untuk negara kita. Bagaimana bila kita diembargo untuk pangan?” tegas HT saat dialog kebangsaan dengan paguyuban petani tebu Blora, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2015).

Sementara Plt Ketua Asosiasi Pengusaha Tebu Indonesia (APTI) Blora, Anton Sudibyo mengungkapkan, akibat banjir impor, harga penjualan tebu menurun drastis, dari sebelumnya sebesar Rp560 ribu-Rp570 ribu/ton menjadi Rp410 ribu/ton.

Akibatnya, bila sebelumnya petani bisa mengalami keuntungan sekitar Rp10 juta/hektare (ha), dengan harga pembelian yang baru para petani bukannya untung malah merugi.

Dia menuturkan, untuk mengganti kerugian selama setahun para petani harus bekerja keras selama empat tahun.

“Pemerintah tinggal ureg-ureg saja (tanda tangan izin impor),” kata dia.

Menurutnya, selama ini pemerintah tidak menganggap pertanian tebu sebagai hal yang mendesak untuk diperhatikan. “Kami petani tebu menangis semua. Semua mengalami kerugian akibat ini,” tegas dia.

HT menegaskan, hal tersebut harus segera diubah. Pemerintah harus bisa melindungi petani dari guyuran impor.

“Dengan perlindungan, mereka bisa tumbuh. Bisa untung dengan layak, sehingga mereka bisa punya modal untuk berkembang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, petani adalah salah satu kelompok profesi masyarakat yang kurang mampu dan menjadi tugas bersama untuk menyejahterakan mereka. Dia mencontohkan, petani di China didukung dalam berbagai hal termasuk adanya bank khusus pertanian. 

“Selama ini pemerintah bicara hal-hal besar. Membangun power plant, dan lain sebagainya, namun belum ada kebijakan yang konkret untuk masayrakat kecil seperti nelayan, petani atau pun usaha mikro,” kata HT.

Dia menuturkkan, misalnya untuk UKM, meminjam modal saja sangat sulit dan bunganya sangat tinggi. Padahal, bila masyarakat bawah didorong untuk bertumbuh maka penggerak ekonomi bisa menjadi lebih banyak dari saat ini yang hanya digerakan oleh menengah atas yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari kalangan bawah.

“Pertumbuhan kita bisa melesat 8%-9% dengan penggerak ekonomi yang lebih banyak,” kata dia.




Sumber:  http://ekbis.sindonews.com

Sabtu, 14 Juni 2014

Laskar Hary Tanoesoedibjo Siap Menangkan Prabowo-Hatta

PALEMBANG - Laskar Hary Tanoesoedibjo (HT) di Sumatera Selatan mentargetkan minimal 70 persen suara dengan kemenangan capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa.

Untuk mewujudkannya, sebanyak 7.000 lebih anggota Laskar HT di Sumsel berkomiten akan all out demi memenangkan capres-cawapres nomor urut 1.

Hal itu terungkap dalam deklarasi Laskar Hary Tanoesoedibjo Sumsel yang berlangsung di kantor DPD Perindo Sumsel, Sabtu (14/6/2014).

“Laskar HT bersepakat untuk memenangkan Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, periode 2014-2019,” kata Koordinator Nasional Laskar Hary Tanoesoedibjo, Armin Gultom.

Alasannya, saat ini berbagai penderitaan dan air mata rakyat telah membasahi bumi Indonesia, karena keterpurukan. Tema “Indonesia Bangkit” adalah cita-cita bersama untuk mengangkat kembali bangsa Indonesia untuk bangkit dari berbagai kebodohan, keterbelakangan, dan kelemahan.

“Alquran berfirman, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Dan inilah saatnya kita bangkit dari keterpurukan agar bangsa dapat mengembalikan kejayaannya,” tegasnya.

Armin menjelaskan, bangsa ini tidak akan pernah bangkit jika dipimpin oleh presiden boneka, presiden yang bisa disetir oleh partai politik. “Kita membutuhkan pemimpin yang tegas, pemimpin yang harus menjadi dayang yakni pelayan rakyat, agar dapat membawa perubahan bagi negeri,”ujar dia.

Armin Gultom menceritakan, saat dilakukan pertemuan antara Prabowo-Hatta dan Hary Tanoesodibjo beberapa waktu lalu, terdapat kesamaan visi ke depan. Agar bangsa Indonesia terjadi perubahan ke arah yang lebih baik, menjadi bangsa pintar, bukan bangsa yang konsumtif tapi bangsa yang produktif.

Sosok pemimpin yang tegas dan mampu membawa bangsa pada perubahan, hanya dimiliki oleh Prabowo-Hatta Radjasa. “Rakyat tidak boleh main-main dalam memilih sosok pemimpin Indonesia, sebab jika Sumatera kalah maka kita semua kalah. Karena itu wajib hukumnya, Sumsel harus menang dengan kemenangan Prabowo-Hatta,” katanya.(Muhammad Uzair/Koran SI/kem) sumber: okezone

Loyalis Hary Tanoe Garap "Swing Voters" untuk Prabowo-Hatta

SURABAYA, KOMPAS.com - Bergabungnya bos media, Hary Tanoesoedibjo, ke barisan pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diikuti oleh loyalisnya di Jatim. 

Barisan Hary Tanoesoedibjo, yang diberi nama Garuda Sakti itu, berjanji merebut massa mengambang atau "swing voters" agar memilih pasangan nomor urut 1 itu. 

"Di Jatim dari sekitar 30 juta pemilih, sekitar 30 persennya adalah swing voters, dalam tenggang waktu yang singkat ini, akan kami arahkan untuk memilih Prabowo-Hatta," kata Ketua Relawan Barisan Hary Tanoesoedibjo Jatim, Muhammad Mirdasy, pada deklarasi Garuda Sakti di Surabaya, Sabtu (14/6/2014). 

Pihaknya mengaku sudah mendesain sejumlah program simpatik untuk menggaet massa yang belum menentukan pilihan tersebut. Secara khusus mereka akan meyakinkan pemilih pemula agar tidak golput pada 9 Juli nanti. 

Politikus Partai Hanura ini juga memastikan, akan mengerahkan massanya untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS) di semua lokasi. "Kami siapkan sekitar dua sampai empat relawan untuk menjaga TPS, agar pemungutan suara berjalan fair dan bersih," terangnya. 

Garuda Sakti terdiri dari berbagai elemen masyarakat, dari kalangan dari berbagai profesi dari pemuda, pengusaha, politisi, dan sebagainya. "Massa Ormas Perindo juga banyak di elemen ini," pungkasnya. sumber: kompas