Tampilkan postingan dengan label Perindo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perindo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juni 2014

Laskar Hary Tanoesoedibjo Siap Menangkan Prabowo-Hatta

PALEMBANG - Laskar Hary Tanoesoedibjo (HT) di Sumatera Selatan mentargetkan minimal 70 persen suara dengan kemenangan capres-cawapres Prabowo-Hatta Rajasa.

Untuk mewujudkannya, sebanyak 7.000 lebih anggota Laskar HT di Sumsel berkomiten akan all out demi memenangkan capres-cawapres nomor urut 1.

Hal itu terungkap dalam deklarasi Laskar Hary Tanoesoedibjo Sumsel yang berlangsung di kantor DPD Perindo Sumsel, Sabtu (14/6/2014).

“Laskar HT bersepakat untuk memenangkan Prabowo-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, periode 2014-2019,” kata Koordinator Nasional Laskar Hary Tanoesoedibjo, Armin Gultom.

Alasannya, saat ini berbagai penderitaan dan air mata rakyat telah membasahi bumi Indonesia, karena keterpurukan. Tema “Indonesia Bangkit” adalah cita-cita bersama untuk mengangkat kembali bangsa Indonesia untuk bangkit dari berbagai kebodohan, keterbelakangan, dan kelemahan.

“Alquran berfirman, bahwa Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Dan inilah saatnya kita bangkit dari keterpurukan agar bangsa dapat mengembalikan kejayaannya,” tegasnya.

Armin menjelaskan, bangsa ini tidak akan pernah bangkit jika dipimpin oleh presiden boneka, presiden yang bisa disetir oleh partai politik. “Kita membutuhkan pemimpin yang tegas, pemimpin yang harus menjadi dayang yakni pelayan rakyat, agar dapat membawa perubahan bagi negeri,”ujar dia.

Armin Gultom menceritakan, saat dilakukan pertemuan antara Prabowo-Hatta dan Hary Tanoesodibjo beberapa waktu lalu, terdapat kesamaan visi ke depan. Agar bangsa Indonesia terjadi perubahan ke arah yang lebih baik, menjadi bangsa pintar, bukan bangsa yang konsumtif tapi bangsa yang produktif.

Sosok pemimpin yang tegas dan mampu membawa bangsa pada perubahan, hanya dimiliki oleh Prabowo-Hatta Radjasa. “Rakyat tidak boleh main-main dalam memilih sosok pemimpin Indonesia, sebab jika Sumatera kalah maka kita semua kalah. Karena itu wajib hukumnya, Sumsel harus menang dengan kemenangan Prabowo-Hatta,” katanya.(Muhammad Uzair/Koran SI/kem) sumber: okezone

Loyalis Hary Tanoe Garap "Swing Voters" untuk Prabowo-Hatta

SURABAYA, KOMPAS.com - Bergabungnya bos media, Hary Tanoesoedibjo, ke barisan pendukung pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diikuti oleh loyalisnya di Jatim. 

Barisan Hary Tanoesoedibjo, yang diberi nama Garuda Sakti itu, berjanji merebut massa mengambang atau "swing voters" agar memilih pasangan nomor urut 1 itu. 

"Di Jatim dari sekitar 30 juta pemilih, sekitar 30 persennya adalah swing voters, dalam tenggang waktu yang singkat ini, akan kami arahkan untuk memilih Prabowo-Hatta," kata Ketua Relawan Barisan Hary Tanoesoedibjo Jatim, Muhammad Mirdasy, pada deklarasi Garuda Sakti di Surabaya, Sabtu (14/6/2014). 

Pihaknya mengaku sudah mendesain sejumlah program simpatik untuk menggaet massa yang belum menentukan pilihan tersebut. Secara khusus mereka akan meyakinkan pemilih pemula agar tidak golput pada 9 Juli nanti. 

Politikus Partai Hanura ini juga memastikan, akan mengerahkan massanya untuk menjaga tempat pemungutan suara (TPS) di semua lokasi. "Kami siapkan sekitar dua sampai empat relawan untuk menjaga TPS, agar pemungutan suara berjalan fair dan bersih," terangnya. 

Garuda Sakti terdiri dari berbagai elemen masyarakat, dari kalangan dari berbagai profesi dari pemuda, pengusaha, politisi, dan sebagainya. "Massa Ormas Perindo juga banyak di elemen ini," pungkasnya. sumber: kompas

Barisan Hary Tanoe siap rebut 'swing voters' untuk Prabowo

Barisan Hary Tanoe. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Massa Persatuan Rakyat Indonesia (Perindo) Jawa Timur, yang menamakan diri sebagai Barisan Hary Tanoesoedibjo, hari ini mendeklarasikan gerakan Garuda Sakti untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 9 Juli mendatang. Deklarasi dilakukan di Kantor Perindo Jawa Timur, Jalan Diponegoro, Surabaya, Sabtu (14/6).
Ketua Garuda Sakti Jawa Timur, Ahmad Mirdasy mengatakan, untuk bisa memenangkan pasangan nomor urut satu ini, tim relawan harus bisa merebut suara pemilih mengambang (swing voters), yang banyak dihuni pemilih pemula. Inilah kemudian yang menjadi target dan fokus bidang garap tim Garuda Sakti se-Jawa timur.

"Target kita 25 persen suara dari swing voters, yang banyak berada pada pemilih pemula," kata Mirdasy usai deklarasi.

Langkah konkretnya, lanjut Mirdasy, tim Garuda Sakti akan membentuk relawan di TPS-TPS se-Jawa Timur dan meyakinkan massa swing voters untuk memilih pasangan Prabowo-Hatta. "Bentuknya adalah sosialisasi untuk meyakinkan figur Prabowo. Relawan ini tidak sekadar berkumpul di TPS, tapi juga untuk meyakinkan pemilih."

Kemudian di tingkat kampus-kampus, yang juga dihuni banyak pemilih pemula. "Kami juga akan menempatkan relawan Garuda Sakti di kampus-kampus untuk menggarap mahasiswa-mahasiswa yang menjadi pemilih pemula," sambung dia.

Di tempat yang sama, salah satu tim pemenang Prabowo - Hatta di Jawa Timur, Tjutjuk Sunaryo juga menyampaikan, tugas terberat tim adalah memenangkan pasangan Prabowo - Hatta.

"Memenangkan itu sulit, perlu ada kerja keras dari tim dan relawan. Kita harus jemput bola di tempat-tempat strategis, jemput bola di terminal-terminal, di daerah Pantura, ini yang harus kita lakukan," kata Tjutjuk di hadapan relawan Garuda Sakti.

"Kalau deklarasi saja, sudah banyak yang melakukan. Hampir setiap hari ada deklarasi memenangkan Prabowo - Hatta. Tapi bagaimana mendapat dukungan dari masyarakat itu yang harus kita lakukan, kita harus bekerja turun ke lapangan untuk meyakinkan masyarakat agar memilih Prabowo - Hatta," tegas dia.

sumber: merdeka
[ren]

Minggu, 25 Mei 2014

Pelaku Mikro Belum Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

VIVAnews - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 tinggal menghitung bulan. Pelaku usaha, terutama pelaku usaha mikro, dirasa belum mampu berhadapan langsung dengan pasar bebas ASEAN itu.

Ketua Umum DPP Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya sudah siap dengan free trade tersebut. Tapi, terbatas pada kalangan menengah ke atas.

"Secara modal dan jaringan mereka ada. Silakan bersaing bebas," kata Hary di kediamannya, Jakarta, Sabtu 24 Mei 2014.

Namun, imbuhnya, pelaku usaha mikro bisa "berdarah-darah" ketika harus berhadapan langsung dengan perdagangan bebas tersebut. Hal itu karena "amunisi" yang dimiliki pengusaha kecil belum mumpuni.

"Sekarang, pengusaha berpenghasilan Rp1 juta kalau diadu dengan pengusaha yang berpenghasilan di atas, bisa kalah. Kalah pengalaman dan modal," kata dia.

Hary menuturkan, pemerintah seharusnya tidak boleh melepas sektor-sektor tertentu, seperti pertanian, nelayan, UMKM, dan industri padat karya.

Dia menjelaskan, seharusnya, sektor-sektor seperti ini dipersiapkan terlebih dahulu untuk menghadapi MEA, baik dari kemampuan maupun modal.
Menurutnya, harus ada keseimbangan antara pasar bebas dengan kesiapan negara.

"Kalau 'dilepas', bahaya. Free trade, kan harus balance. Buat mereka tumbuh dulu, baru dilepas. Berapa lamanya itu tergantung efektivitas pemerintah," kata CEO MNC Group ini. (ita) sumber: vivanews


Kamis, 22 Mei 2014

Harry Tanoe Akan Buat Partai Sendiri

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Dua kali pindah partai dari Partai NasDem dan Partai Hanura akhirnya membuat pengusaha Harry Tanoe berniat membentuk partai sendiri. Pendirian partai ini nantinya bisa dari ormas Persatuan Indonesia (Perindo) atau membentuk partai baru.

"Kami sepakat membuat partai politik," ujar Hary Tanoe usai menghadiri Rapimnas Perindo di MNC Tower, Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014).

Menurutnya pemilik MNC Group ini pendirian partai merupakan hasil dari Rapimnas. Tujuan pendirian partai politik ini nantinya diharapkan menjadi jembatan perubahan.

Dengan mendirikan partai politik Ketua Umum Perindo ini mengatakan bisa membuat program yang diatur oleh partainya sendiri.
Partai politik ini nantinya bisa menjadi bagian perubahan dalam merubah Indonesia lebih baik.

Selain itu jumlah massa Perindo yang semakin bertambah menjadi alasannya membuat partai sendiri. Oleh karena itu ia mengambil kebijakan dengan mendirikan partai agar bisa bergerak lebih cepat
Sumber:  tribunnews

Resmi, Hary Tanoe Ajukan Mundur dari Hanura dan Dukung Prabowo



JAKARTA, KOMPAS.com — Hary Tanoesoedibjo secara resmi menyatakan akan mundur dari Partai Hanura dan mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rasaja pada Pemilu Presiden 2014. Dukungan kepada Prabowo-Hatta itu ia sampaikan secara terbuka, dan surat pengunduran dirinya dari Hanura akan segera diurus dalam waktu dekat.
"Saya secara pribadi, Hary Tanoesoedibjo, akan mendukung Prabowo Subianto untuk menjadi pemimpin nasional, untuk membawa Indonesia menjadi negara maju," kata Hary Tanoe di kediaman pribadinya, Jakarta Selatan, Kamis (22/5/2014) malam.
Ia menjelaskan, keputusannya mendukung Prabowo-Hatta dilandasi adanya kesamaan visi dalam pembangunan bangsa ke depan. Menurut Hary Tanoe, duet Prabowo-Hatta merupakan duet terbaik pada pilpres tahun ini.
Ketua Umum Persatuan Indonesia (Perindo) itu mengatakan, dirinya tak akan membawa organisasi masyarakat yang dipimpinnya untuk mendukung Prabowo. Hary Tanoe memilih seluruh kader ormas Perindo untuk menggunakan hak politiknya sesuai pilihan masing-masing. "Perindo itu ormas, jadi saya tetapkan untuk netral. Soal pilihan, itu urusan masing-masing," pungkasnya.
Hary Tanoe sebelumnya ditetapkan sebagai calon wakil presiden dari Hanura bersama capres Wiranto. Partai ini terseok pada Pemilu Legislatif 2014 dan hanya meraih 5 persen suara. Setelah itu, Wiranto selaku Ketua Umum Partai Hanura menyatakan bahwa partainya bergabung dengan PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan PKB untuk mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres.
sumber: kompas.com

Rapimnas I, Perindo Harus Lebih Solid




JAKARTA - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I. Dalam Rapimnas ini, Perindo melakukan evaluasi organisasi.

Saat memberikan sambutan pembukaan Rapimnas I, Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo mengatakan, di masa mendatang organisasi ini harus lebih solid dan kuat. Karena organisasi yang solid dan kuat merupakan prasyarat membangun Indonesia lebih baik dan maju.

"Ke depan saya ingin kita berjuang lebih total dan serius dalam memajukan Perindo khususnya dan Indonesia secara menyeluruh," ujar Hary di Auditorium Utama MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (22/5/2014).

Mengomentari peran Perindo dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, Hary mengatakan peran organisasinya kurang maksimal. Hal ini terlihat dari sedikitnya kader yang mampu lolos menjadi anggota legislatif di tingkat pusat dan daerah. Namun diakui Hary, hal itu dikarenakan banyaknya politik uang dan penggelembungan suara.

"Apa yang kita harapkan terlalu jauh dari praktik yang terjadi. Kita sangat idealis, namun di mana-mana banyak serangan fajar di tengah masyarakat," ujarnya.


(hyk)
sumber: sindonews

Pilpres, Perindo Netral!

93057 mediumJAKARTA- Organisasi masyarakat Persatuan Indonesia (Perindo) memilih bersikap netral dalam Pemilihan Presiden yang akan dihelat pada 9 Juli 2014.
Hal tersebut diutarakan Ketua Umum DPP Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo usai menggelar Rapimnas Perindo di Auditorium MNC Tower, Jalan Kebon Sirih  Jakarta Pusat, Kamis (22/5/2014).
"Karena Ormas maka sikap politiknya netral untuk menghormati kawan kita yang juga menjadi anggota dari partai politik lain," kata Hary.
Hary juga mempersilakan anggota Perindo yang saat ini telah bergabung ke partai politik lainnya untuk memilih dan menentukan sikap politik sesuai pilihannya masing-masing.
"Kalau ada yang mengarah ke Prabowo- Hatta silakan, ke Jokowi-JK silakan atau netral juga silakan. Kami tidak mau mengarahkannya. Itu adalah pilihan pribadi masing-masing,"terangnya.
Perindo, kata Hary, dibentuk untuk semua kalangan masyarakat baik para politikus maupun kalangan profesional. "Perindo ini Ormas yang terbuka bagi semua kalangan dari kalangan politik, kalangan bisnis dan profesional. Perindo juga terbuka untuk masyarakat umum," pungkasnya.
(ugo)

Sabtu, 22 Maret 2014

Sempat Digugat, Nama Perindo Masih Milik Persatuan Indonesia

JAKARTA - Sempat mendapat gugatan karena menggunakan nama Perindo dari Peradaban Indonesia ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, organisasi Persatuan Indonesia besutan  Hary Tanoesoedibjo (HT) akhirnya memenangkan perkara tersebut.

Ini setelah hakim memutuskan untuk menolak segala tuntutan yang diajukan Peradaban Indonesia.

“Majelis hakim sudah memutuskan menolak segala gugatan yang diajukan oleh Peradaban Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP BARA Perindo Adidharma Wicaksono saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (22/5/2014).

Dijelaskannya, sebuah singkatan tidak bisa diklaim oleh satu organisasi saja. Terlebih, Persatuan Indonesia memiliki perizinan yang jelas dengan mengantongi  surat dari Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Direktur Ketahanan Seni, Budaya, Agama dengan SKT (Surat Keterangan Terdaftar) Nomor :01-00-00/0013/D.III.4/II/2013 pada tanggal 22 Februari 2013.

“Dan seharusnya, kasus ini masuknya ke niaga, bukan umum karena kan menyangkut kekayaan intelektual. Meski demikian, kami tetap menghargai dan tetap menjalani proses yang cukup lama, sekira 11 bulan,”  terangnya.

Usai dimenangkan oleh majelis hakim tentang kepemilikan nama, Adidharma mengaku belum dapat memutuskan sikap apa yang akan ditempuh pihaknya di ranah hukum. “Ini kan baru diputuskan kemarin (21 Mei), jadi kami belum tahu apa akan menggugat balik atau tidak. Tergantung dari para pimpinan dan Pak HT selaku ketua umum,” tandasnya.

Sebelumnya, Peradaban Indonesia yang diwakili advokad Robbi Anugrah Marpaung mengklaim, HT telah melakukan perbuatan malawan hukum. Pasalnya, menggunakan nama ‘Perindo’ secara sengaja walaupun nama tersebut sudah terdaftar di badan hukum.

Lantas Robbi menggugat Perindo karena menurutnya, Peradaban Indonesia lebih dulu menggunakan nama Perindo. Pendaftaran gugatan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 25 Juli 2013.

Organisasi versi HT disomasi dua kali masing-masing 5 Maret 2013 dan 10 April 2013. Namun, semua tuntutan itu telah dimentahkan setelah majelis hakim memutuskan menolak gugatan tersebut. (kem)
sumber: okezonenews